Keindahan cinta datang seiring hadirnya dirimu dalam hidupku, meskipun aku tak tahu apakah aku bisa menjadi sang pemilik hatimu dan menjadikanmu ratu di singgasana hatikuya yang telah ku bangun dalam waktu lama dari serpihan-serpihan dinding hati yang pernah hancur di terpa badai kehidupan. Cintamu memberiku harapan untuk bisa melanjutkan hidupku dengan angan-anganku membahagiakan orang-orang yang aku sayangi, cintamu laksana kayu bakar yang menghasilkan kobaran api membara dimalam hari dan menghilangkan kegelapan malam yang redup di bawah cahaya rembulan. Terjangan badai kehidupan menjadi pijakan kita untuk selalu kokoh, teguh dan kuat menjalani kehidupan bersama-sama, tak ada cinta yang dapat mengalahkan cintamu kecuali cintaku kepada Tuhan ku san pencipta cinta, yang karena-Nya lah tumbuh benih-benih cinta di hati setiap jiwa bersinggasanakan raga, cinta yang membuat indah apa yangg terlihat, cinta yang membuat indah apa yang tidak indah, cinta yang membutakan dari apa dapat dilihat. Kita tidak pernah tahu kapan ia datang, kapan ia pergi, namun cinta laksana hembusan nafas, jika tanpa hembusan nafas kita tidak dapat bertahan hidup, maka tanpa cinta pun kita tak akan bisa bertahan hidup, maka cintailah cinta sebagaimana cinta mencintaimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar