pagi-pagi pergi ke kampus menyerahkan draft seminar, setelah itu langsung mampir ke home base(hb) CSS (komunitas santri penerima beasiswa kemenag), rencana di hb saya mau istirahat terus siang setelah dzuhur kembali ke departemen statistika untuk bertemu dosen pembimbing buat konsultasi draft seminar yang saya serahkan tadi. tapi ternyata ketika saya di hb, ada kk kelas saya yang akan pergi ke rektorat untuk mengurus SPP, berhubung saya sudah janji untuk menemaninya, saya pn ikut pergi dengannya, karena apa yang dia lakukan, adalah untuk menentukan nasib keberlanjutan studi di IPB (sedikit lebay) dan saya termasukdi dalamnya serta beberapa teman-teman saya yang masih belum juga selesai mengerjakan tugas akhir. kami berdua pun pergi ke rektorat jam 13.30, sesampainya di sana saya bertemu dengan salah satu staff yang berwenang mengurusi kami. banyak informasi yang kami dapat dan harus kami sebarkan ke teman-teman kami yang lain.
senangnya bisa membantu orang lain untuk mengatasi masalahnya,terlepas hasilnya maksimal atau tidak. padahal saya sendiri belum tentu bisa menyelesaikan masalah yang saya punya, tapi saya teringat satu kata bijak, entah benar atau tidak kata bijak ini, "barangsiapa yang mempermudah urusan saudaranya, maka tuhan akan mempermudah urusan kita", semoga kata bijak itu benar adanya, bukan saya mengharap balasan tapi setidaknya melalui bantuan saya kepada orang lain, saya berdoa semoga urusan saya di permudah,, amiinn..
entah apa yang membuat saya tergerak untuk melakukan ini semua, padahal sekilas apa yang saya lakukan dapat merugikan diri saya sendiri, saya mondar mandir sana sini untuk mengurusi urusan orang, termasuk urusan saya juga sebenarnya, tapi urusan yang seharusnya bisa saya lakukan saya tinggalkan. sama sekali tidak ada rasa penyesalan, rasa kapok atau rasa bosan, bahkan rasa kesal pun hampir tidak ada. rasa kesal muncul ketika orang yang ingin saya bantu malah tidakbisa diajak kerja sama, bersikap seolah-olah mereka tidak mau membantu, tapi ya sudahlah, saya yakin suatu saat nanti mereka akan sadar bahwa apa yang saya dan teman" saya lakukan adalah untuk membantu mereka, kami hanya ingin memberikan seauatu untuk orang yang kami sayangi, tapi kami juga tidak mau di anggap pembantu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar